Di kabupaten tersebut sudah beberapa bulan masyarakatnya tidak bercocok tanam, karena lahannya tandus dan tidak tesiram air hujan. Jangankan untuk
mengairi sawah dan kebun, untuk minum hewan ternak saja mereka cukup kesulitan. Karena sudah terbiasa, masyarakat disini tidak terlalu mau merepotkan diri dengan urusan perut, yang penting mereka bisa kenyang dan tidak terlalu mau dipusingkan dengan urusan gizi.Karena itulah, untuk mengantisipasi rawan gizi, Rumah Zakat mengirimkan tim Ekspedisi Siaga Pangan dan Gizi dengan membawa paket kornet Superqurban. Setelah melakukan penerbangan tidak kurang dari 4 jam dari Jakarta, tim ekspedisi Rumah Zakat tiba hari Kamis (29/9) di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Di hari pertama (30/9), tim ekspidisi Siaga Gizi Rumah Zakat menjelajahi pelosok Kupang. Ditargetkan tidak kurang dari 4000 kaleng kornet Superqurban akan disalurkan untuk 3 kabupaten yang mengalami kekeringan di Pulau Timor. Selain di Pulau Timor tim Rumah Zakat juga secara marathon akan menyalurkan kornet superqurban di Pulau Sumba.
Foto: Angga Aditya
Penulis: Yudi Juliana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar